Sabtu,pekan lalu di sebuah ruangan milik Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan(LPMP) Kotaraja.Sekelompok anak berpakaian batik coklat dengan motif,cenderawasih dan tifa. Disetiap tangan mereka terikat tali rapih yang suda dihaluskan. Terdengar suara yang mengema dalam sebuah ruangan sambil melompat serempak meghentakan kaki di tehel,mengikuti alunan lagu “Diru-diru dina ooo”.Mereka adalah 9 anak dari SD YPJ KK Timika menampilkan sebuah lagu.Mimik wajah-wajah lugu didampingi beberapa guru memenuhi semua isi ruangan,41 siswa berasal dari sekolah SD yang ada di Abepura.
Lokalatih menulis dan Menyusun Komik diselenggarakan oleh Yayasan Visi Anak bangsa untuk pertama kalinya di Papua. Yayasan ini juga didukung oleh PT Freeport melalui programnya Freeport peduli.
Kegiatan ini berlangsung dari 20-29 Juli 2011. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengali dan mengembangkan potensi dasar kreatifitas menulis anak-anak Papua guna mengasa pemahaman mengenai pluralisme dan Multikulturalisme. dengan tema “Medorong terciptanya Penulis-penulis Papua masa depan” bertepatan 23 Juli adalah Hari Anak Nasional maka dilakukannya kegiatan ini merupakan satu bentuk momentum yang penting untuk menghormati, menjamin dan memenuhi hak-hak anak yang adalah bagian dari Hak Asasi Manusia(HAM).
Dua hari mulai 20-23 juli kegiatan menulis dan menggambar berlangsung hasilnya sangat memuaskan dan ternyata mereka tidak lagi dikatakan memulai dari nol, tetapi mereka sudah punya bakat dan kreatifitas. “Sekali disuruh gambar,dan menulis cerita dari gambar tersebut mereka mampu mengeksperikannya ke dalam sebuah alur cerita” kata Debra Yatim sebegi ketua pelaksan harian Yayasan Visi Anak Bangsa.
Salah satu dari mereka dalam tulisan disertai gambar sebuah danau besar dan dikelilingi gugusan bukit-bukit berwarna hijau yang mencerikatak kisah “terjadinya danau sentani”.
Melihat karya anak-anak betapa mereka memiliki naluri dalam mengekspresikan gagasan mereka. Eva Fitri ketua pelaksanan mengatakan bahwa hasil dari kegiatan menulis dan menyusun naskah komik akan dijadikan “Kumpulan Cerita Komik Anak Papua”
Acara tersebut dihardiri Perwakilan Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Marten melalui sambutannya menanggapi serius betapa pentingnya kegiatan seperti ini, “sebab anan-anak melukiskan sesuatu mengunakan certia itu akan jauh lebih bermakna ketimbang banyak berteori”Ujar marten. Dirinya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi kedepan akan ditetapkan kegiatan ini secara rutin dalam satu program tetap pendidikan.
Berkaitan dengan tempat khsus seperti sanggar kesenian untuk anak-anak bebas berekspresi memang di Papua belum khususnya di Jayapura belum ada oleh karena itu saat kegiatan ini berlangsung mengunakan LPMP; tetapi program positif dari Yayasan Visi Anak Bangsa dapat bermanfaat bagi generasi penulis Papua yang bisa tampil ditingkat Nasional, bahkan Internasional. Minimnya minat membaca sangat mempengaruhi penulisan, oleh karena itu peran orang tua di rumah dan guru terhadap kebutuhan anak-anak sekolah akan menjadi suatu titik kemajuan anak dalam mengeksplor kemampuannya.
Hal ini tidak terlepas dari metode pelajaran yang diberikan oleh guru-guru, di sekolah seperti pelajaran bahasa indonesia dan megarang, harus terus dilakukan supaya tidak memenjarakan wawasan anak-anak”ungkapnya saat menutup sambutannya.
Anthon Raharusu bidang pendidikan perwakilan Freeport menambahkan bahwa, Sumber daya manusia (SDM) indentik dengan nilai yang tinggi, tetapi dalam hal ini sebuah karya kecil seperti karya tulis anak-anak Papua ini menjadi sebuah memontum untuk melahirkan suatu karya-karya besar anak bangsa yang lahir dari Ufuk timur Papua.
Ucapan terimakasih diberikan kepada Yayasan Visi Anak bangsa,telah berpartisipasi guna terciptanya penulis-penulis papua masa depan secara berkesinambungan. Menulis bukanlah bakat yang dibawa sejak lahir, melainkan keterampilan yang bisa dipelajari, dan dipraktekan dalam sebuah karya tulis. Kegemaran menulis dalam suatu masyarakat, pasti ada orang-orang yang gemar membaca pula.
Kedepan sangat diharapkan keterlibatan seluruh stakeholder di Tanah Papua. Papua terkenal dengan bakat alam,seni lukis,tari,tarik suara,altet namun sayang kalau bakat alam tidak disinergikan dengan pengetahuan dan keterampilan yang membutuhkan ketekunan, sabar dan kratif. Jika komik dari ceritera anak-anak ini jadi dirinya mengarapkan supaya bisa direkomendasikan di Perpustakaan dan sekolah-sekolah yang nantinya menjadi isnpirasi bagi genersi berikutnya. * * * * * * * * *
“ TANAH PAPUA ADALAH TEMPAT AKU DILAHIRKAN ”
Tempatku dibesarkan. Walau rambutku tidak keriting, tapi aku merasa Tanah Papua adalah kampung halamanku aku beruntung tinggal dan dibesarkan di sini.ada laut dengan ombak yang putih seperti busa.ada gunung dan bukit yang masih hijau dengan pepohonannya yang rindang, udaranya sejuk dan langitnya birukarena tidak tercemar asap polusi,tidak seperti jakarta yang pernah aku kunjungi,langitnya seperti penuh debu, dan langitnya kelabu.aku tahun itu terkena polusi.aku dengar tanah Papua adalah taah yang kaya raya.Tanahnya menyimpan hasil tambang yang luar biasa. Ada emas seperti di Tembagapura,ada Nikel di Raja empat.saya yakin masih banyak lagi hasil tambang lainnya yang belum sempat diketahui, mudah mudahan generasiku bisa menemukan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Tetapi tetap menjaga kelestarian alamnya,oh iya satu lagi yang aku suka sumber airnya bersih,jernih dan aku yakin pasti menyehatkan.
SHAFA ANNISA ZEN SD AL-IHSAN Putri kelahiran Jayapura 5 Juli 2001, Cita menjadi Penulis,hobbinya menggambar.
——————————–
